Bismillaah
Hari ini, hari terakhir mentoring bareng teh Juan. Yaa Allaah so sad :' Engga nyangka, engka kerasa, tiga bulan lamanya ditemani teh Juan dan teteh fasil KMC lainnya yang engga pernah luntur asa dan semangatnya buat aku dan teteh-teteh lainnya.
Sebelumnya, aku mau berterima kasih banyak banyak banyak sama teteh mentoringku, teh Juan yang maa syaa Allaah banget, membagikan effort dan ilmunya yang outstanding, hingga tamparan-tamparan yang membuat aku tersungkur malu, akhirnya menyadari, mencoba memperbaiki, dan mencoba untuk mengistiqamahkan baarakallaahu fiik tetehh (((:
Dan tidak lupa ucapan terima kasih banyak jugaa kepada teteh fasil yang sudah ikhlas membangunkan kami continuously, mengawasi (indirectly), dan sudah setia dan sabar menuntun kami, baarakallaahu fiikum tetehh (((:
Aku mau izin cerita sedikit teh pengalaman setelah mengikuti KMC ini. Banyak perubahan yang aku alami, Alhamdulillaah. Awalnya dari membiasakan amalan yaumi yang sebelumnya masih bolong-bolong, salah satunya dzikir pagi petang. Tersadarkan setelah teteh menyampaikan konsep "Mindfullness" dan mencoba untuk mencari tau "Kenapa sih harus dzikir pagi petang?" Akhirnya tercerahkan saat mencari keutamaannya lewat hadist yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari :
Rasulullah bersabda "Perumpamaan orang yang berdzikir kepada Rabb-Nya dan orang yang tidak berdzikir seperti perbedaan antara orang yang hidup dengan orang yang mati"
Maa syaa Allaah banget :'
Semenjak dari situ aku menyadari betapa pentingnya menjaga amalan yaumi ini. Terlebih saat aku baca lagi keutamaan di salah satu dzikir pagi petang ini, disebut sebagai rajanya istighfar, sayyidul istighfar. Keutamaan yang luar biasa adalah saat kita membaca ini dengan penuh keyakinan diwaktu sore, lalu kita wafat pada malam hari sebelum pagi, maka kita termasuk ahli Surga. dan saat kita membaca ini dengan penuh keyakinan diwaktu pagi, lalu kita wafat pada siang hari sebelum sore, maka kita termasuk ahli Surga.
Yaa Rabb..
Salah satu yang lain yang memberikan positive impact ke diri aku, yaa teh setelah mengikuti KMC ini.. yaitu menulis. Dari dulu aku pengen banget nulis, tapi aku belum kasih power buat diri aku, dinanti-nanti dan tidak terjadi. Sampai-sampai aku targetkan ditahun ini pokoknya aku harus nulis. Dan baarakallaahu tetehh, aku terharu bangeet skenario Allaah itu beneran indahh bangeet. Kata teteh "Selalu ada waktu kalau kita mau" dan ini menjadi jalan buat aku bisa membiasakan untuk menulis. Terpana lagi ketika teteh membagikan ilmu tentang upaya para mujahid dulu yang mereka bahkan tidak hidup kecuali menulis, berbagi untuk abadi. Huwaaaa
Masih banyak banget sebenarnya hal-hal yang aku dapatkan dari KMC ini, tehh
Baarakallaahu fiikum teteh semuaaa.. Jazaakumullaahukhaiir.. Semoga Allaah selalu melindungi teteh dan keluarga, semua ilmu teteh bermanfaat dan mengalirkan pahala dan amal jariyah. Aamiin yaa mujibassaailiin...
===========================
So, dari materi terakhir kali ini mengingatkanku pada 10 sifat yang mesti dimiliki seorang muslim, muwashafat muslim. Dan itu menjadi dasar sifat yang sudah semestinya dimiliki setiap muslim. Masih menjadi PR terbesar untuk dapat menerapkan 10 sifat ini hingga membawa ruh dan menjadikan jati diri yang lebih unggul. Yaa Allaah aamiin, kuatkan yaa Rabb..
Daaan berkenaan dengan itu, perlu kita ketahui untuk menuju pada level berikutnya, ada lima aspek untuk menjadi sosok gemilang, layaknya Rasulullah.. Kenapa ini penting? Karena dengan tahu, maka kita terus berupaya untuk senantiasa Ittiba, mengikuti apa yang menjadi suri tauladan kita, Rasulullah Muhammad Shallu'alaih..
Kelima aspek tersebut, yakni
1. Alim dan Mutsaqqaf
Hal yang mudah untuk dipahami mengenai ini adalah saat menulis. Bukan hanya sekadar menulis, mencantumkan setiap huruf-huruf, menata menjadi sebuah kalimat, tetapi tulisan yang mampu mencerahkan ilmu-ilmu Allaah (segala bidang kajian ilmu, baik ilmu dunia ataupun ilmu akhirat).
2. Faqih dan Alim
Alim layaknya apoteker dan Faqih layaknya dokter yang tau obat apa yang baik bagi pasien A dan tau obat mana yang cocok bagi pasien B.
Singkatnya, Faqih itu tau tempat apa dan kepada siapa ilmu itu disampaikan.
3. Bashirah Bis siyasah
Tau mengenai perpolitikan walaupun dalam konteks lingkup kecil dan sederhana. Hak-hak yang mesti didapat oleh suatu warga kampus misalnya dan menjungjung rasa kedamaian misalnya.
4. Bashirah Bit Tadbir
Konsep ini sama dengan konsep tidak dzalim. Artinya menempatkan sesuatu pada tempat dan kadarnya. Seperti Rasulullah menempatkan Umar menjadi pemimpin dan bukan panglima perang. Rasulullah menjadikan Khalid bin Walid dan Amr bin Ash menjadi panglima perang.
5. Al-Qiyam bis Suunir Ra'iyah li mashlahatid dunyaa wad diin
Singkatnya ini merupakan gabungan dari aspek ketiga dan keempat. Sebagai implementasinya adalah tawakal dengan menyerahkan semuanya hanya pada Allaah, tugas kita hanyalah ikhtiar maksimal.
Semoga Allaah mudahkan kita untuk menjadi hamba yang selalu istiqamah, sosok Rabbani hingga wafat dalam keadaan baik, dan sebaik-baiknya insan kamil
Aamiin Yaa Rabbal'alamiin ((;
Tidak ada komentar:
Posting Komentar