Awalnya masih bingung ketika ditanya, apa kendaraan sepanjang usia?
Ternyata itu adalah sebuah kendaraan yang mengantarkan kita pada suatu tujuan, dan itu adalah
I s t i q a m a h
Berbicara seputar istiqamah rasanya agak berat, karena istiqamah bukan sekadar ucapan, konsisten, atau kebiasaan, tetapi jauh dari itu. Teh Juan dalam mentoring kali ini mengutip apa yang disampaikan Ustaz Muhammad Nurul Dzikri mengenai istiqamah. Ternyata, istiqamah punya makna yang jauh lebih kompleks.
Dia yang terus memperbaiki diri dengan kualitas yang dimiliki, semisal mengaji dengan memperbaiki tahsinnya, makharijul hurufnya, dan tajwidnya. Bukan hanya membenahi, tetapi juga meningkatkan kualitas, meningkatkan ketauhidan kepada Rabb kita, bagaimana kita bisa merasakan dampak dari amalan yang kita lakukan.
Rasanya berat berjalan istiqamah menuju tujuan dan penuh lika liku, tetapi kalau kita meyakini bahwa ada Allaah Yang Mahakuasa, Allaah Yang Maha Penolong, maka dengan meminta pertolongan kepada-Nya semua akan terasa mudah, semua akan terasa tenang.
Sebagaimana dalam QS. Al-Ahqaf ayat 13, yang artinya
"Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan "Tuhan kami adalah Allaah", kemudian mereka tetap istiqamah, maka tidak ada kekhawatiran terhadap merka dan mereka tiada pula berduka cita."
Maa syaa Allaah, daleeem.. jadi, diri yang lemah ini, tetap dijalan istiqamah, dan mohon pertolongan pada Allaah aja udah lebih dari cukup..
tapii, makhluk Allaah yang suka usil menggoda kita engga mau liat kita ngaliirr terus istiqamah. Selalu ada aja tipu daya mereka untuk menggoda kita.
tapi.. Jangan juga dijadikan excuse, karena "Sesungguhnya tipu daya setan itu lemah" - QS. An-Nisa : 76
"Sebenarnya kita mampu, kok. Kitanya aja yang ngerasa gak mampu, buat bualan excuse. Jadii, Wahai diri, yuk bangkit, yuk istiqamah, jadikan ia sebagai kendaraan yang mengantarkanmu pada ujung yang baik, yakni husnul khatimah."
kutipan yang selalu kuingat
'Jangan kalah sama diri sendiri, rugi banget' - Teh Juan "
Tidak ada komentar:
Posting Komentar