بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Asssalaamu'alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh
Merhaba! Salam hangat, salam ukhuwah
Pahlawan hati, siapa dia?
Kiranya ketika saya merasa berada didekat dengan orang yang memiliki kepribadian luar biasa, memberi insight atau yang mampu membuka pikiran saya, dan membagikan ilmunya dengan penuh keikhlasan maka dialah yang saya maksud.
============
Pernah gak ukhti fillah merasa ada dorongan untuk berubah? Ngerasa hidup gini-gini aja, gaada perubahan, dan bilang sama diri kalau "Saya Harus Berubah" ?
Saya yakin pasti pernah dan di sini saya akan berbagi sedikit pengalaman saya.
Kala itu, suatu harapan muncul dalam benak dan diri saya, bahwa
S a y a h a r u s b e r u b a h
Bukan hal yang baru dan pertama kali muncul, bahkan lebih dari puluhan kali rasa dan keinginan untuk berubah itu menemani. Bergerak atau tergantikan. Itulah kata yang menjadi pegangan saya untuk meng-upgrade diri, untuk berubah, untuk bergerak jauh lebih baik.
Percaya atau tidak, ketika kita bertekad untuk berubah dan menghilangkan rasa malas (yang selalu menghantui) secara tidak sadar Allaah telah menolong kita, Allaah akan membukakan jalan, Allaah membukakan pintu rahmatnya, dan Allaah tidak segan untuk memberikan teman, sahabat, dan lingkungan baik yang akan membimbing kita di jalan yang Allaah ridhoi.
Sebagaimana dalam QS. Ar-Ra'd ayat 11 dalam firman-Nya "....Sesungguhnya Allaah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan dirinya sendiri dan jika Allaah menghendaki keburukan suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia."
Dari ayat tersebut dapat kita ambil sisi baiknya bahwasanya Allaah tidak akan membiarkan hamba-Nya yang sedang berusaha untuk berubah yang bermakna bahwa Allaah akan berikan jalan (dari mana saja) untuk hamba-Nya yang mau berubah dan Allaah akan mengubah suatu kaum setelah mereka sendiri yang mengubah diri mereka yang bermakna bahwa setelah kita memiliki tekad untuk berubah, maka di sinilah yang menjadi bukti kasih sayangnya Allaah, di sinilah Allaah berikan Al-Huda petunjuk bagi mereka yang melihat sisi kebesaran Allaah.
**
Satu persatu Allaah mulai bukakan jalan bagi saya.
Saat scrolling ig sudah menjadi hal masif yang biasa saya lakukan, disitulah awal mula Allaah bukakan pintu rahmat-Nya. Dari feed instagram yang saya temui kala itu, saya melihat postingan teteh yang menjadi mentor saya (pahlawan hati) kali ini.
Dengan segala ke Mahaagungan-Nya, Allaah membukakan pikiran dan hati saya untuk mencoba menulis sebuah tulisan esai dengan tekad mengalahkan rasa malas dan mengalahkan rasa "Tidak Percaya Diri". Pengumuman ditunda selama dua minggu hingga tiba saatnya pengumuman dan saya dinyatakan lulus. Terharu, senang, bahagia, dan campur aduk rasa yang dialami saat itu. Namun, dibalik itu semua terdapat sebuah keyakinan yang menghantarkan saya pada tujuan ini dan untaian do'a yang saya panjatkan pada-Nya.
Bayangkan, yakini, berdo'a. Itu yang menjadi landasan saya dalam menggapai suatu impian.
Selama itu saya semakin yakin bahwa dengan keinginan dan berazzam, maka Allaah akan bukakan jalan, Allaah yang maha baik akan selalu menemani di setiap langkah dan jalan bagi siapa saja yang mau B E R U B A H.
Satu minggu pertama kami diberi tiga hal yang menantang. Amalan yaumi, seperti tahajjud, tilawah satu juz sebelum pukul 05.00, dzikir pagi, yang mana ketiga amalan ini membuat saya berpikir bahwa sebenarnya saya dan kita mampu melakukannya, hanya saja ego mengikuti rasa malas yang selalu menjadi penawar.
***
Ketika membahas seorang muslimah yang menjadi tolak ukur tidak lain dan tidak bukan adalah seorang perempuan, seorang akhawat, atau seseorang yang menganut agama Islam.
Pernahkah terpikir dibenak kita bahwa menjadi seorang muslimah itu tidak hanya dapat notabene yang mana muslimah adalah seseorang yang memakai kerudung, bajunya menutupi badan, mengamalkan amalan yaumi tanpa terlewat, dzikir pagi petang, menghormati siapapun yang lebih tua, tetapi jauh dari itu.
Seorang muslimah mesti mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan lebih komprehensif, seperti sudahkah menjadi seorang muslimah yang tidak sekadar mengenakan kerudung tetapi tau alasan mengapa dia mengenakan kerudung, apa karena ikut-ikutan atau sekadar gengsi semata? sudahkah mengamalkan amalan yaumi dan tau apa ganjarannya? sudahkah mengamalkan apa saja amalan yang harus dilakukan selama masa haid? sudahkah mengamalkan 10 sifat muwashafat? sudahkah membaca sirah nabawiyyah hingga usai? sudahkah mengamalkan ilmu mengenai birrul walidain? sudahkah dzikir pagi petang membawa perubahan? sudahkah merasakan kenikmatan dalam shalat? sudahkah dengan shalat menjadikan hari dan hati kita tenang? sudahkah sudahkah sudahkah.....
Begitu banyak pertanyaan yang harus dijawab dan menjadi PR bagi kita semua bahwa jadilah seorang muslim/muslimah yang mampu memahami ilmu yang telah didapat, mengamalkan ilmu yang telah kita dapat, baik dengan mengamalkan dari diri sendiri, berbagi pada keluarga, teman, kerabat, maupun masyarakat luas.
Seperti kutipan yang disampaikan teteh mentor "Contoh saja bintang yang tidak hanya bersinar, tetapi juga menyinari yang menebar kebermanfaatan sebagai langkah membawa keberuntungan".
Begitu banyak contoh seorang muslimah yang dapat dijadikan teladan, selain para istri dan shahabiah nabi, yang menjadi nyata di masa ini, mulai dari kalangan anak muda, dewasa, hingga mereka yang sudah tua tidak pantang mundur, tidak menyerah, tidak cepat mengangkat tangan, tidak cepat menaikan bendera sebelum akhirnya sampai pada tujuan dan ini memperlihatkan bahwa menjadi muslimah tidak hanya cukup dengan ilmu sedikit, terus belajar, terus menggali, mengkaji, mencari referensi, memperbanyak ilmunya dan merendahkan hati sebagaimana peribahasa padi yang kian berisi kian merunduk. Maka, marilah menggapai ilmu sebaik mungkin, jadilah muslimah yang mampu mengamalkan ilmu dan memahami apa yang kita lakukan. Mereka bisa, mengapa saya tidak? Kita bisa menjadi seperti mereka, bahkan lebih dari mereka.
~bayangkan, yakini, berdo'a~
Janganlah takut saat melangkah karena sungguh Allaah berada di dekatmu, Allaah selalu menyaksikanmu, Allaah selalu mendengarkan keluh kesahmu. Berdo'alah dan mintalah pertolongan-Nya.
Mereka yang sudah berumur saja masih bersemangat, lantas mengapa tidak dengan kita yang masih muda? ~ Teh Stani Juanita

Tidak ada komentar:
Posting Komentar